Kelompok Tolfe’u berada di Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang-NTT. Kelompok ini berdiri pada Desember 2015 dengan jumlah anggota awal berdiri sebanyak 24 orang dan sampai saat ini juga masih tetap 24 orang. Jumlah anggota kelompok ini kemungkinan dapat bertambah dalam waktu dekat mengingat ada beberapa mama-mama di golongan usia yang relatif lebih muda yang menunjukkan ketertarikan untuk bergabung di kelompok tenun ini. Perjalanan untuk menuju kelompok TOLFE’U ini membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 1 jam 30 menit dari Kota Kupang. Desa Nunsaen telah dideklrasikan sebagai Kampung Tenun, dan menjadi satu rangkaian dengan objek wisata Gunung Fatuleu yang letaknya berdekatan.

Kelompok Tolfe’u ini diketuai oleh Mama Daryana Kake. Latar belakang berdirinya kelompok ini adalah untuk melstarikan warisan budaya nenek moyang mereka namun sayangnya saat ini banyak orang muda di Desa Nunsaen yang tidak tertarik untuk meneruskan warisan nenek moyang ini. Hal ini disebabkan karena perputaran hasil tenun yang sangat lambat. Setelah Desa Nunsaen di deklarasikan menjadi kampung tenun ada beberapa mama-mama yang tadinya menenun di rumah saja akhirnya ingin bergabung dalam kelompok tenun.

Produk unggulan tenun dari warna alam yang tidak luntur serta adanya motif yang khas yang diciptakan oleh sebuah keluarga marga Takaeb yang ingin mereka patenkan.

_MG_7659

Perhatian pemerintah terhadap Kampung Tenun sudah sangat banyak. Bantuan berupa bahan baku dan alat tenun serta mesin jahit sudah mereka dapatkan. Hanya disayangkan anak muda di kampung ini sudah banyak yang meninggalkan kampung ini untuk mengadu nasib keluar daerah sehingga mereka berharap ada anak muda dari kampung yang bisa menggantikan mereka karena hampir semua anggota usianya sudah paruh baya. Pemasaran masih menjadi kendala bagi mereka. Mereka berharap ada upaya dari pemerintah dan masyarakat yang dapat memberi mereka solusi dari permasalahan ini.

Karena lokasi kampung tenun tepat berada dalam daerah pariwisata Gunug Fatuleu maka hasil tenun mereka merupakan aset penting yang perlu dilestarikan dan didukung agar kualitas tenun mereka meningkat sehingga dapat lebih banyak menarik perhatian dari masyarakat peminat kain tenun.