_MG_9167

Suatu kebanggaan dari Mama Asnat Bano dalam program Gerakan Tenunkoe-YSKK di setiap kelompok. Mama Asnat perempuan berusia 50 tahun bekerja sebagai penjahit produk tenun yang biasanya selalu berpikir tentang masa depan anak-anaknya yang sementara bergumul dengan pekerjaan.

Mama Asnat menjadi anggota kelompok binaan YSKK-Gerakan Tenunkoe, merasa senang dapat berbagi ilmu dan dapat mengenal banyak teman, bahkan bukan hanya di kelompoknya saja tetapi dengan kelompok di tempat lain juga. Mama Asnat seorang anggota penjahit dari Desa Soba Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Sedangkan suaminya adalah peternak berusia 57 tahun tamatan Sekolah Menengah Atas. Mama Asnat latar belakang Ibu Rumah Tangga menekuni menjadi penjahit sejak tahun 2012. Gerakan Tenunkoe adalah program yang didanai oleh Program MAMPU (Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan)-Australian Aid untuk tujuan meningkatkan ketrampilan dalam menjahit dan menenun. Dengan sasaran semua perempuan di Desa Soba baik tua maupun muda untuk bergabung dalam kelompok menjahit dan terus meningkatkan mutu menjahit yang dulu bengkok menjadi lebih bagus.

Pelaksanaan program ini dilakukan melalui pelatihan-pelatihan di kelompok sendiri, di desa lain dengan pendampingan YSKK-Tenunkoe pelatihan ini sasarannya adalah bagi mama-mama penjahit. Sejak bergabung dengan Gerakan Tenunkoe Mama Asnat mengikuti pelatihan, diskusi dengan pemerintah maupun petugas YSKK-Tenunkoe. Pelatihan ini dilakukan untuk mama-mama penjahit dari Desa Soba Kecamatan Amarasi Barat. Sebagai penjahit terus kembangkan lewat pola-pola yang ada agar ke depan lebih bagus lagi. Saat kelompok dibentuk anggota sebanyak 18 orang tapi sampai saat ini kami tinggal 6 orang. Tapi dengan kelompok yang kecil tidak membuat Mama Asnat patah semangat untuk bekerja.

Sebagai anggota penjahit, banyak perubahan yang Mama Asnat alami di kelompok, anggota dan keluarga. Melihat perubahan ini membuat Mama Asnat terus semangat bekerja siang dan malam agar dapat meraih cita-citanya ke depan.

Inilah penuturan cerita Mama Asnat Bano.