Pada hari Sabtu 13 Agustus 2016 yang lalu, Gerakan Tenunkoe berkolaborasi dengan komunitas Doodle Art Indonesia mengadakan workshop Kreasi Doodle Tenun Indonesia di Jakarta, tepatnya di restoran Le Seminyak di kawasan Cipete. Workshop ini diikuti oleh sekitar 25 orang peserta dari berbagai latar belakang. Ide mengadakan workshop ini awalnya adalah keinginan Gerakan Tenunkoe untuk mengeksplorasi kemungkinan pengembangan-pengembangan dalam dunia tenun dan kemungkinan untuk melibatkan publik luas untuk berpartisipasi dalam pengembangan-pengembangan tersebut. Salah satu yang ingin dieksplorasi oleh Gerakan Tenunkoe adalah pengembangan dalam hal motif tenun. Ini berarti membuka peluang bagi tenun untuk masuk ke ranah yang lebih modern.

Ide ini kemudian disambut positif oleh Anya dan Ryan, penggerak komunitas Doodle Art Indonesia. Doodle Art Indonesia adalah komunitas pegiat doodling di Indonesia. Doodle sendiri mempunyai arti sebagai coretan-coretan yang tercipta tanpa mengangkat alat gambar dari kertas, biasanya dilakukan ketika pikiran sedang penuh. Kegiatan membuat doodle adalah salah satu kegiatan penyalur isi pikiran dalam bentuk gambar dengan pola garis-garis yang kadang abstrak. Walaupun abstrak, namun garis-garis yang tercipta melalui doodling biasanya membentuk pola-pola tertentu yang berulang. Karakteristik inilah yang dirasa dapat diterapkan dalam pola tenun mengingat kemiripan karakteristik tersebut. Tenunkoe dan Doodle Art Indonesia sepakat bahwa doodling dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pola-pola yang dapat diterapkan dalam kain tenun NTT.

_MG_8634

Workshop ini dimulai dengan penjelasan singkat mengenai Gerakan Tenunkoe dan tujuan dari diadakannya workshop ini oleh Marcomm Officer Gerakan Tenunkoe Caecilia Dian. Setelah itu, Anya dan Ryan secara bergantian memberikan arahan kepada peserta mengenai prinsip-prinsip doodling terutama dalam konteks membuat pola tenun. Ryan memperkenalkan teknik doodling mirroring, yaitu membuat setengah pola untuk kemudian diduplikasi seperti halnya cermin. Sesi kemudian berlanjut dengan sesi menggambar di mana pada awalnya sudah disediakan alat dan bahan yang bisa digunakan dengan bebas oleh para peserta. Banyak peserta yang membuat motif terinspirasi dari alam, mulai dari warna hingga bentuk motifnya.

_MG_8679

 

_MG_8678

Acara berjalan dengan hangat dan menyenangkan. Peserta mengikuti arahan dengan antusias dan mencoba untuk membuat sendiri berbagai pattern dengan contoh yang sudah diberikan. Di akhir acara peserta diminta untuk berbagi cerita dan pengalaman serta kesan dan pesan mengenai workhsop pada hari itu. Selain kesan, beberapa peserta juga diminta untuk menceritakan doodle yang mereka buat, inspirasi serta ide yang mereka tuangkan dalam doodle karya mereka. Mereka berharap doodle karya mereka dapat berguna untuk memberikan variasi bagi pola-pola tenun yang dihasilkan oleh mama-mama anggota Gerakan Tenunkoe.

_MG_8725

Bagi teman-teman yang belum sempat hadir di workshop ini, teman-teman bisa ikut serta menyumbang doodle karya kalian melalui instagram dengan tagar #tenundoodle dan mention ke @doodleartindonesia dan @gerakan_tenunkoe.