Sebagai pemain baru di dalam industry fashion di Indonesia dengan persaingan yang ketat, maka mama-mama anggota Gerakan Tenunkoe merasa perlu untuk mendapatkan pemantapan mengenai kualitas tenun agar produk-produk tenun mereka semakin siap untuk bersaing di pasar bebas. Oleh karena itu, Gerakan Tenunkoe kembali mengadakan pelatihan dengan judul: “Tenun NTT Berkualitas, Siap Bersaing di Pasar Bebas”. Pelatihan ini diadakan pada tanggal 20-28 Juni 2016, diadakan untuk 5 kelompok, yaitu Kelompok Naubina, Sehati, dan Ie Hari (ketiganya merupakan kelompok lama Gerakan Tenunkoe), serta Kelompok Tokatbol dan Kelompok Tolfe’u (keduanya adalah kelompok yang baru bergabung dengan Gerakan Tenunkoe).

_MG_7370

Pelatihan kali ini lebih difokuskan pada hal-hal yang masih dirasa menjadi tantangan bagi kelompok-kelompok tersebut, antara lain masalah pewarnaan yang tidak luntur serta kerapatan tenunan. Tantangan-tantangan ini berpengaruh terhadap penjualan produk-produk Tenunkoe yang masih perlu untuk ditingkatkan, mengingat kualitas produk adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan calon pembeli untuk membeli produk-produk Tenunkoe. Gerakan Tenunkoe merasa perlu untuk merespon tantangan ini dengan mengadakan pelatihan lanjutan mengenai kualitas tenun.

_MG_7603

Pelatihan kali ini diadakan 1 hari di masing-masing kelompok, kecuali untuk Kelompok Tokatbol dan Kelompok Tolfe’u yang merupakan kelompok yang baru bergabung dengan Gerakan Tenunkoe. Untuk kedua kelompok tersebut, pelatihan diadakan dengan durasi sedikti lebih lama, yaitu 2 hari untuk masing-masing kelompok. Pelatihan kali ini difasilitasi oleh Mama Juliana Agustina Sina, seorang pakar tenun yang mengerti betul akan taknik-teknik untuk menghasilkan tenun dengan standar kualitas tinggi, baik untuk pewarnaan dengan menggunakan pewarna industri maupun pewarna alam.

_MG_7736

 

_MG_7405

 

Mama-mama anggota Gerakan Tenunkoe mengungkapkan rasa syukur mereka atas diadakannya pelatihan lanjutan ini, khususnya mama-mama anggota Kelompok Tokatbol dan Tolfe’u yang baru bergabung dengan Gerakan Tenunkoe. Ada banyak hal yang disampaikan dalam pelatihan ini yang belum mereka mengerti sebelumnya, sehingga mereka merasa kesulitan untuk menjaga kualitas tenun mereka. Mereka mengungkapkan komitmen mereka untuk menerapkan hal-hal yang mereka dapatkan selama pelatihan yang nantinya akan terus dipantau dan dipandu dalam pendampingan teknis setelah pelatihan.

_MG_7361